Hutan
Indonesia merupakan salah satu hutan tropis terluas ketiga di dunia dan
ditempatkan pada urutan kedua dalam hal tingkat keanekaragaman hayatinya.
Keanekaragaman hayati yang ada terdapat di bumi Indonesia meliputi: 10 persen spesies
tanaman berbunga, 12 persen spesies mamalia, 16 persen spesies reptilia dan
amfibia, 17 persen spesies burung, serta 25 persen spesies ikan yang terdapat
di dunia.
Namun,
keadaan hutan Indonesia dari sisi ekologi, ekonomi dan sosial ternyata semakin
buram. Kerusakan hutan di Indonesia masih tetap relatif tinggi dari tahun ke
tahun. Pertumbuhan sektor kehutanan yang sangat pesat dan menggerakkan ekspor
bagi perekonomian pada awal periode 1980-an sampai akhir 1990-an telah
mengorbankan hutan karena kegiatan eksploitasi yang tidak terkendali dan
dilakukan secara masif tanpa memperhatikan aspek kelestarian dan keberlanjutan.
Konsekuensinya, Indonesia menjadi negara emiter karbon terbesar ketiga di dunia
akibat hilangnya hutan karena terjadinya alih fungsi lahan hutan, kebakaran
hutan, serta penebangan yang eksploitatif dan tidak terkontrol.
Sesuai dengan
diskusi yang dilakukan di Universitas Nasional Jakarta yang membahas tema
"Nasib Hutan Indonesia Ada di Tangan Generasi Muda". Banyak pemuda
indonesia yang tidak peduli dengan keadaan hutan Indonesia yang nantinya akan
berpengaruh negatif pada masa depan
kelak.
Di jaman
serba mesin seperti sekarang ini, sangat susah buat kita mencari pemandangan
yang hijau, sejuk, dingin di kota-kota besar. Jika masing-masing individu
mempunyai rasa tanggung jawab tentang lingkungan, dua atau tiga tahun kedepan
kita pasti akan melihat hasilnya. Lingkungan dimana kita tinggal akan terasa
bersih, nyaman, asri dan juga hijau. Dampaknya adalah dunia tidak akan terasa
panas seperti sekarang-sekarang ini.
Di seluruh
dunia, hutan-hutan alami sedang dalam krisis. Tumbuhan dan binatang yang hidup
didalamnya terancam punah. Dan banyak manusia dan kebudayaan yang
menggantungkan hidupnya dari hutan juga sedang terancam. Tapi tidak semuanya
merupakan kabar buruk. Masih ada harapan untuk menyelamatkan hutan-hutan ini
dan menyelamatkan mereka yang hidup dari hutan. Hutan purba dunia sangat
beragam. Hutan-hutan ini meliputi hutan boreal-jenis hutan pinus yang ada di
Amerika Utara, hutan hujan tropis, hutan sub tropis dan hutan magrove. Bersama,
mereka menjaga sistem lingkungan yang penting bagi kehidupan di bumi. Mereka
mempengaruhi cuaca dengan mengontrol curah hujan dan penguapan air dari tanah.
Mereka membantu menstabilkan iklim dunia dengan menyimpan karbon dalam jumlah
besar yang jika tidak tersimpan akan berkontribusi pada perubahan iklim.
Hutan-hutan
purba ini adalah rumah bagi jutaan orang rimba yang untuk bertahan hidup
bergantung dari hutan-baik secara fisik maupun spiritual.
Hutan-hutan
ini juga merupakan rumah bagi duapertiga dari spesies tanaman dan binatang di
dunia. Yang berarti ratusan ribu tanaman dan pohon yang berbeda jenis dan
jutaan serangga-masa depan mereka juga tergantung pada hutan-hutan purba.
Hutan-hutan
purba yang menakjubkan ini berada dalam ancaman. Di Brazil saja, lebih dari 87
kebudayaan manusia telah hilang; pada 10 hingga 20 tahun kedepan dunia
nampaknya akan kehilangan ribuan spesies tanaman dan binatang. Tapi ada
kesempatan terakhir untuk menyelamatkan hutan-hutan ini dan orang-orang serta
spesies yang tergantung padanya.
Kita sebagai
generasi muda yang peduli dengan lingkungan, mari ajak kawan-kawan sesama untuk
ikut berperan serta mendukung program pemerintah dalam menghijaukan Indonesia.
Minimal dari lingkungan dimana kita tinggal. Kalau
bukan kita yang peduli, siapa lagi ... !?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar