Pendahuluan
Manajemen proyek
adalah kombinasi personil, kebijakan, prosedur dan sistem (manual atau dengan
komputer), yang memungkinkan terlaksananya berbagai kegiatan merencanakan,
mengorganisir, mengarahkan, dan mengendalikan biaya, jadwal, mutu, dan kinerja
proyek. Manajemen proyek terdiri dari subsistem organisasi dan pengelolaan
hubungan antar manusia, serta pengelolaan aspek teknik (nonmanusia).
Manajemen organisasi
dan hubungan antar manusia bertujuan untuk memanfaatkan potensi kemampuan
personil secara optimal, misalnya dengan motivasi, pengarahan, pembagian kerja,
dan usaha nonteknik lainnya.
Penyelesaian sebuah
proyek sangat bergantung pada kemampuan manajer proyek dalam memilih proyek
yang akan dikerjakan, memilih strategi dalam menyelesaikan proyek, memilih
metoda kerja untuk menyelesaikan proyek, memilih sistem pengukuran untuk
memantau proyek serta bagaimana untuk mengevaluasi suatu proyek, dan bagaimana
sebuah proyek dinyatakan berakhir.
Penerapan teknologi
ERP pada organisasi umumnya dipandang sebagai suatu hal yang sangat sulit dan
kompleks sehingga menyebabkan manajemen puncak dan user enggan untuk
mengimplementasikan ERP.
Fenomena yang menarik
saat implementasi ERP di organisasi, bahwa keberhasilan ditentukan oleh key
user (tim implementasi proyek) yang didukung oleh manajemen puncak dan user.
Kompetensi key user
ERP akan menentukan keberhasilan proyek ERP yang terlihat dari kualitas proyek
atau implementasi ERP, jadwal pelaksanaan implementasi ERP dan anggaran yang
digunakan dalam implementasi. Proses implementasi ERP pada perusahaan dengan
membuat sistem menjadi satu dan terintegrasi antara satu perusahaan dengan
perusahaan lainnya. Akibatnya semakin lama implementasi ERP akan berakibat pada
peningkatan biaya yang relatif besar bagi perusahaan.
Implementasi program
ERP terdapat dua tipe pengguna yaitu key user dan end user, dimana key user
merupakan orang yang berada dalam tim proyek, dan dapat melakukan perubahan
secara langsung pada prosedur kerja di bagian/departemennya.
ERP merupakan cara
untuk mengelola sumber daya perusahaan dengan menggunakan teknologi informasi. Program
ERP sangat membantu perusahaan yang memiliki bisnis proses yang luas dengan
menggunakan database dan reporting tools manajemen yang terbagi. Business
processes merupakan sekelompok aktivitas yang memerlukan satu jenis atau lebih
input yang akan menghasilkan output sebagai value untuk konsumen. Software ERP
mendukung pengoperasian yang efisien dari business processes dengan cara
mengintegrasikan aktivitasaktivitas dari keseluruhan bisnis termasuk sales,
marketing, manufacturing, logistic, accounting, dan staffing.
Kajian
Teori
Sistem Project
management telah berkembang menjadi suatu bidang yang penggunaannya terus
meningkat dan digunakan oleh banyak organisasi untuk mencapai tujuan bisnisnya.
Kunci keberhasilan dari suatu proyek adalah memilih manajer proyek yang tepat.
Implementasi ERP
merupakan jenis proyek yang digunakan untuk memudahkan manajemen perusahaan
dalam mengambil keputusan strategis perusahaan dengan menyediakan data-data
internal perusahaan dengan mudah dan cepat.
Implementasi ERP
memerlukan tim proyek yang mampu mengubah proses bisnis perusahaan atau
kusomisasi. Proses kustomisasi software dan hardware perusahaan juga
mengeluarkan biaya yang relatif besar sehingga dapat menghambat implementasi
ERP. Proses penyesuaian antara product ERP dengan kebutuhan perusahaan perlu
diketahui kemampuan sumber daya perusahaan.
Kerangka
Pemikiran dan Konsep Penelitian
Dalam mengeksplorasi
hubungan antar pelatihan kompetensi project management dengan persepsi dari
prestasi di tempat kerja, maka yang pertama sekali perlu dilakukan adalah
mendefinisikan istilah kompetensi dan turunannya dan kemudian melihat konsep
kompetensi itu ke dalam bagian-bagian yang dapat diukur terhadap standar
sebagai basis untuk analisa.
Metode
Penelitian
Penelitian ini mengambil sumber data
dari perusahaan-perusahaan yang telah terdaftar di Departemen Perindustrian dan
Perdagangan Jawa Timur (DISPERINDAG) pada wilayah tingkat Kotamadya Surabaya,
Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten
Gresik.
Penelitian ini melibatkan 324
perushaan manufaktur yang terdiri atas: 181 perusahaan penanaman modal dalam
negeri dan 143 perusahaan penanaman modal asing. Di antara perusahaan tersebut,
143 perusahaan telah menerapkan ERP lebih dari 6 bulan. Ke-143 perusahaan sudah
menerapkan ERP berupa SAP, Oracle, Baan, Peoplesoft, JD Edwards, MFG Pro.
Penentuan sampel sebanyak 50
perusahaan dilakukan dengan metode purposive sampling. Pengambilan data ke
perusahaan digunakan kuisioner. Setiap kuisioner hanya diisi oleh salah satu
key users di perusahaan sehingga satu kuisioner untuk satu perusahaan. Skala
pengukuran digunakan adalah skala Likert.
Untuk menguji hipotesis pertama
sampai dengan hipotesis yang kesepuluh, dan menghasilkan suatu model yang layak
(fit), maka analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan
Partial Least Square (PLS) dengan proses perhitungan dibantu program aplikasi
software Smart PLS. Alasan memakai model terdapat struktur hubungan berjenjang
antar variabel, dan software ini sesuai kebutuhan penelitian.
Model struktural atau inner model dievaluasi
dengan melihat persentase varian yang dijelaskan yaitu dengan melihat R2
(R-square variabel eksogen) untuk konstruk laten dependen dengan menggunakan
ukuran Stone-Geisser Q Square test
dan juga melihat besarnya koefisien jalur strukturalnya. Stabilitas dari
estimasi ini dievaluasi dengan menggunakan uji t-statistik yang didapat lewat
prosedur bootstrapping.
Hasil dan Pembahasan
Responden penelitian adalah para
karyawan perusahaan yang memiliki kedudukan minimal sebagai staff sampai dengan
manajemen perusahaan yang menentukan kebijakan terhadap implementasi proyek
pada perusahaan. Responden yang mengisi kuisioner merupakan bagi mereka yang
pernah terlibat pada proyek organisasi yang telah ditetapkan. Responden yang
tERPilih menjadi dari berbagai departemen yang terkait dalam pelaksanaan proyek
ERP di perusahaan manufaktur yakni bagian marketing (pemasaran), produksi, PPIC
(Planning Production and Inventory Control), accounting, finance, material
management (purchasing), QA (Quality Asurance), industrial engineering, dan HRD.
Penyebaran kuisioner sebanyak 80
kuisioner dan kembali 74 kuisioner serta dapat diolah lebih lanjut 71
kuisioner.
Karakteristik Responden
Karakterisitik responden telah
terwakili oleh semua departemen, hal ini menunjukkan tingkat pelaksanaan dan
pengerjaan proyek ERP telah dilaksanakan hampir pada semua departemen untuk
membantu proses perusahaan yang efisien dan efektif. Karakteristik responden
ditinjau berdasarkan jabatan level middle management up sebanyak 51 responden dan
dengan total sebesar 72%, berarti jabatan tersebut merupakan penanggung jawab
terhadap keberhasilan ERP perusahaan.
Pengujian Hipotesis Penelitian
Pengujian hipotesis pada penelitian
ini dilakukan dengan pengujian inner model yakni variabel laten eksogen
terhadap endogen dan variabel laten endogen terhadap endogen dengan melihat
hasil inner weight.
Hipotesa H1a yang berarti tidak
terdapat pengaruh Knowledge & skill pada quality performance dalam
meningkatkan kinerja perusahaan pada implementasi teknologi ERP dengan level
signifikan 0,1. Pengujian hipotesis berikutnya dilakukan seperti hipotesis
pertama maka dihasilkan sebagai berikut: H1b di tolak berarti tidak terdapat
pengaruh Knowledge & skill terhadap percepatan dan peningkatan innovation performance
dalam meningkatkan kinerja perusahaan pada implementasi teknologi ERP; H2a
diterima berarti Personality Charatristics berpengaruh pada peningkatan quality
performance dalam meningkatkan kinerja perusahaan pada implementasi teknologi
ERP; H2b diterima berarti Personality Charatristics mempunyai pengaruh untuk
mempercepat dan meningkatkan innovation performance dalam meningkatkan kinerja
perusahaan pada implementasi teknologi ERP. H3a diterima berarti Demonstrable
Performance berpengaruh memberi peningkatan pada quality performance dalam
meningkatkan kinerja perusahaan pada implementasi teknologi ERP. H3b diterima
berarti Demonstrable Performance mempunyai pengaruh untuk mempercepat dan
meningkatkan innovation performance dalam meningkatkan kinerja perusahaan pada
implementasi teknologi ERP.
H4 ditolak berarti innovation
performance memberi pengaruh dalam peningkatan quality performance yang
mempunyai pengaruh secara tak langsung dalam peningkatkan kinerja perusahaan pada
implementasi teknologi ERP.
H5 diterima berarti innovation
performance berpengaruh secara langsung terhadap peningkatkan kinerja
perusahaan pada implementasi teknologi ERP dan hipotesis terakhir H6 diterima
berarti quality performance berpengaruh secara langsung terhadap peningkatkan
kinerja perusahaan pada implementasi teknologi ERP.
Pembahasan
Hasil pengolahan data pada penelitian
ini tidak terdapat pengaruh Knowledge & skill pada quality performance
dalam meningkatkan kinerja perusahaan pada implementasi teknologi ERP dan tidak
terdapat pengaruh Knowledge & skill terhadap percepatan dan peningkatan
innovation performance dalam meningkatkan kinerja perusahaan pada implementasi
teknologi ERP.
Hal ini disebabkan bahwa pengetahuan
dan keahlian key user ketika implementasi ERP tidak cukup mampu dalam
pelaksanaannya sehingga perusahaan selalu mengandalkan para konsultan yang ada
pada perusahaan.
Pada pelaksanaan implementasi ERP key
user sebatas melakukan segala sesuatu yang diminta oleh konsultan sehingga
berbagi pengetahuan antara konsultan dengan key user tidak jelas.
Penelitian ini mendukung penelitian
Park et al. [14] menyatakan bahwa bila tidak terjadi berbagi pengetahuan antar
key user di perusahaan maka akan sering timbul komunikasi yang tidak efektif
dalam mendesain proses dan menyediakan data maka muncul keengganan para anggota
tim untuk mengimplementasikan ERP karena keterbatasan kemampuan.
Personality Charatristics berpengaruh
pada peningkatan quality performance dalam meningkatkan kinerja perusahaan pada
implementasi teknologi ERP dan Personality Charatristics mempunyai pengaruh
untuk mempercepat dan meningkatkan innovation performance dalam meningkatkan
kinerja perusahaan pada implementasi teknologi ERP.
Innovation performance berpengaruh
secara langsung terhadap peningkatkan kinerja perusahaan pada implementasi
teknologi ERP dan Quality performance berpengaruh secara langsung terhadap
peningkatkan kinerja perusahaan pada implementasi teknologi ERP. Hal ini
disebabkan bahwa implementasi teknologi ERP merupakan implementasi teknologi baru
bagi perusahaan untuk mengintegrasikan departemen-departemen pada perusahaan
sehingga dapat memberikan informasi yang cepat dan tepat bagi manajemen.
Implementasi ERP yang berhasil dapat
meningkatkan kinerja perusahaan diantaranya peningkatan akurasi informasi antar
departemen di perusahaan, respon terhadap pelanggan yang lebih cepat,
pengambilan keputusan yang lebih tepat dan penggunaan sumber daya yang lebih
baik. Peningkatan kinerja perusahaan dipengaruhi oleh keunggulan software dan
hardware ERP perusahaan dan dapat menyediakan informasi data akurat, cepat dan
lengkap melalui integrasi data.
Kesimpulan
• Kemampuan dan keahlian para key user
di perusahaan khususnya kepala departemen belum cukup kuat untuk menghasilkan
innovation perform ance dan quality performance. Namun karakteristik personal
yang dimiliki para key user ERP di perusahaan sudah memberikan antusiasme yang
baik dan semangat kerja yang tangguh sehingga dapat memberikan peningkatan pada
innovation performance dan quality performance
• Dari Demonstrable Performance key
user ERP ternyata mampu meningkatkan innovation performance dan quality
performance dalam implementasi teknologi ERP. Peningkatan innovation
performance dan quality performance berdampak secara langsung pada peningkatan
kinerja perusahaan khususnya dalam peningkatan akurasi informasi antar
departemen di perusahaan, respon terhadap pelanggan yang lebih cepat,
pengambilan keputusan yang lebih tepat dan penggunaan sumber daya yang lebih
baik.
Sumber : http://puslit2.petra.ac.id/ejournal/index.php/ind/article/view/18708
Tidak ada komentar:
Posting Komentar